Analisis Representasi Komunikasi Antarbudaya Dalam konten Gus Di Jawa
Keywords:
Representasi Islam; media sosial; komunikasi antarbudaya; kontroversi keagamaan; masyarakat Aceh; Gus-Gus JawaAbstract
Artikel ini mengkaji kontroversi representasi Islam dalam konten media sosial yang dibawakan oleh “Gus-Gus Jawa”, yaitu kelompok pendakwah muda asal Jawa yang menyampaikan pesan keagamaan dengan gaya humor, satir, dan ekspresi budaya yang bersifat hibrid. Dengan pendekatan representasi dan teori komunikasi antarbudaya, penelitian ini menganalisis bagaimana narasi dakwah digital mereka memunculkan perdebatan publik, khususnya di kalangan masyarakat Islam Aceh yang menilai bahwa gaya komunikasi tersebut berpotensi menyimpangkan nilai-nilai keagamaan yang otoritatif. Penelitian menggunakan metode kualitatif melalui observasi netnografi, analisis konten terhadap 24 video viral, serta wawancara dengan 12 pemuda religius Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontroversi muncul karena perbedaan penafsiran terhadap norma komunikasi keagamaan, otoritas simbolik ulama, dan ragam identitas keislaman antara budaya Muslim Jawa dan tradisi keagamaan masyarakat Aceh. Studi ini menyimpulkan bahwa perdebatan tersebut merefleksikan negosiasi identitas Islam dalam era media berbasis algoritma, serta menunjukkan bahwa komunikasi keagamaan lintas budaya memerlukan kepekaan terhadap konteks historis, teologis, dan sosial budaya lokal.